by F I N D E R N

|Han Nam X Cho Kyuhyun|

Leght: ficlet

Drama, romance, AU, friendship

PG-15

Author’s note: the plot and idea are all mine. Plagiarism is prohibitied. Hope you’ll enjoy this story.

Warm regards, Findern

Summary: “Tak ada yang istimewa dalam hidupku. Semua itu hanya hingar-bingar”,

.

.

.

.

.

Mencari ketulusan dibalik monokrom. Monokrom? Bukankah itu hal fantasy? Atau imajinasi? Memangnya ada ketulusan dibalik monokrom?itulah yang kini dilalui bocah kecil ini. Bocah yang tersenyum tulus. Berlarian kesan-kemari bagai merasakan terbang diawan putih, ia merentangkan kedua tangannya.

Sungguh sangat menggemaskan.

Wanita itu duduk dibangku tamamn warna-warni. Memperhatikan tingkah bocah yang berlarian kesana-kemari dengan tangan yang ia rentangkan. Wanita itu tersenyum lembut. Semburat orange mendominasi langit ini sangat indah.

“Nam! Take care!” seru wanita ini.

“Come on! Mom, it’s so funny! Wiiiih!” bocah ini tetap berlarian memutari wanita ini.

“Come back, Nam! I’ll cook your favorite food. Yummy” wanita ini adalah ibunya.

Ibu dari bocah kecil ini.

Bocah ini berhenti dan nafasnya memburu. Tersenyum lebar dan menghampiri ibunya lalu pergi dari taman dengan menggandeng tangan ibunya. Senyum yang selalu bocah ini perlihatkan.

Angin sore yang berhembus membuat kunciran pink bocah ini terlepas. Seakan tak menyadari, bocah ini tetap berjalan dengan ibunya. Tanpa melihat kejadian yang telah terjadi dibelakangnya.

Kunciran pink miliknya…

*

*

*

‘Aku terbangun dari tidur lamaku. Sungguh. Ini realita. Bukan fantasy anak-anak yang aku permainkan dulu. Itu dulu. Mataku terbuka lebar. Kejam,dusta,pengkhianatan,kebohongan, dan itu semua realita. Ini menyakitkan. Membunuhku secara perlahan. Mungkin mereka benar. Aku tak bisa selalu bersembunyi dibalik ruang AMAN. Aku harus punya nyali. 1800 sudah hidupku berubah. Tak ada lagi ruang sembunyi untukku. Fakta yang tak bisa aku pungkiri, wanita tua itu datang bertamu dalam hidupku. Bersama dengan putra mahkotanya. Dan semuanya ia ubah seiring waktu.

One more,

Tangan kekar itu… kenyamanan yang ia berikan padaku akhir-akhir ini. Dan itu membuatku berfantasy lagi dan lagi. Hidup ini realita. Aku tak bisa membecinya maupun melupakan semuanya sampai titik normal. Hingga aku menyadari, kasih sayang itu menyentuh hatiku. Tersenyum. Hanya itu yang aku bisa. Pria eropa yang ikut serta lagi dalam kisah sempurna milikku. Dilemma. Aku hanya ingin bersandar saja. Dibawah pohon rindang dengan hembusan angin yang membuatku terlupa sesaat. Cuma itu. Tangan kekar itu menggemgamku erat. Tepatnya memaksa. Sekarang Desember. Aku mengingat saat-saat aku kehilangan segalanya. Tak ingin lagi terjadi. Kuyakin, lilin yang sudah terbakar dan habis tak akan terbakar lagi. Ingin berkata bahwa aku lelah. Aku merindukannya. Lidah ini bahkan kelu. Cuma ingin mengatakan sesuatu yang hinggap didadaku ini malu.

I Love You

Monochrome’

-Han Nam-

Dulu aku tak peduli. Hanya sekedar melirik atau menguping saja tak terpikirkan olehku. Aku tetaplah aku yang sama. Tak ada yang beda. Semuanya kuhabiskan untuk bergelut dengan kertas dan tinta. Juga dengan hingar-bingar perusahaan, itu hanya imbuhan.

28 years old

Hingga hari dimana aku didunia, aku melihat semuanya. Aku tak bisa membiarkannya. Broken venus. Itulah dia. dia menyihirku dengan manik coklat hitamnya. Aku tersanjung dengan caranya.

September song

Benar-benar seperti abad pertengahan. Aku merasakan mantranya. Bagai terlahir untuk melihat yang bukan mitos. Aku merasakannya. Manik coklat hitam miliknya, candu bagiku. Ribuan volt listrik menyerang tubuhku. Aku ingin melindunginya,menjaganya juga mencintainya. Aku tak ingin melihat kebelakang. Mereka memaksa datang untuk terlibat lagi dengan kepekaan yang aku dapatkan dari sang broken venus. Sebelum semuanya terjadi,

I Love You

Broken Venus

-Cho Kyuhyun-

TBC

Halo halo! gaje ya? maaf. soalnya author punya blog amatiran. saat aku nulis ini, aku mood-mood an. maaf lagi. selanjutnya, aku bakal ngepost kelanjutannya deh

annyeong—

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s